NAMA LENGKAP

:

PIDDINURI

ASAL PARTAI

:

PDI PERJUANGAN

JABATAN

:

WAKIL KETUA I DPRD

Petani Melenggang ke DPRD

HAMPARAN sawah yang terbentang luas di wilayah Pesisir Selatan dan Ngambur sejatinya merupakan potensi pertanian yang menjanjikan. Tetapi sampai saat ini belum tergarap maksimal.hal tersebut menjadi perhatian penting Piddinuri selaku anggota DPRD Pesisir Barat periode 2019-2024.

Menurutnya, tak tergarapnya potensi pertanian yang ada lataran minimnya irigasi dan jalan produksi. Hal inilah yang menjadi misi utama Piddinuri untuk dapat duduk di salah satu kursi Lembaga DPRD Pesisir Barat melalui PDIP. Lelaki kelahiran Sumberagung ini berharap keberadaannya sebagai wakil rakyat dapat mengubah keadaan tersebut menjadi lebih baik.

Keterkaitan dengan dunia pertanian sangat jelas. Sosok piddinuri merupakan pekerja keras karena dibesarkan dari keluarga petani. Untuk memenuhi segala kebutuhan hidup rumah tangganya, keseharian juga mengandalkan hasil dari pertanian berupa kebun dan sawah. Ayah empat anak ini juga di percaya menjadi ketua kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Ngambur sejak 2003 dan hingga saat ini sebagai ketua KTNA tingkat Pesisir Barat.

KTNA, ujarnya adalah organisasi atau wadah bagi para petani untuk berhimpun dalam menyampaikan pendapat maupun permasalahan sekaligus untuk mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi oleh petani. Melalui organisasi itu dan pengalamannya sebagai petani, ia mengaku banyak mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam memajukan bidang pertanian.

Karena itu, visi dan misinya menjadi anggota DPRD ini adalah ingin berjuang untuk membela petani agar nasib petani kedepan lebih baik lagi. Apalagi permasalahan yang dihadapi petani wilayah Pesisir Barat adalah minimnya sarana irigasi dan jalan produksi.’’ Akibatnya petani tidak bisa menggarap lahan sawahnya secara maksimal sebab kebutuhan air tidak mencakupi ,’’kata dia.

Padahal menurutnya, jika sarana irigasi sudah memadai, potensi sawah tersebut dapat digarap dua kali dalam setahun. Namun, karena irigasinya minim, sebagian petani terpaksa mengandalkan air hujan yang hanya bisa menggarap lahan setahun sekali. Apabila lahan sawah itu dapat berfungsi secara maksimal, pesisir barat akan dapat menyuplai beras keluar daerah hingga dua kali lipat dari jumlah produksi yang ada saat ini . hal inilah menjadi tugas pihaknya kedepan.