Ingin Sejahterakan Petani

 

KANADI menjelajahi dunia politik di tubuh PDIP sejak 2005. Pria kelahiran Biha pada 1966 ini dipercaya memegang jabatan sebagai ketua PAC PDIP Kecamatan Pesisir Selatan sampai saat ini. Suami Lismayati tersebut merupakan sosok pekerja keras karena sejak kecil dibesarkan dari keluarga petani yang sederhana. Kesibukanya sehari-hari adalah petani sambil berbisnis jual beli kelapa.

Berkat ketekunanya dalam usaha sebagai pedagang kelapa, ia pun banyak memiliki relasi, termasuk dalam partai politik yang kini membesarkan namanya. Sebagai seorang petani, ia banyak mengetahui secara lansung apa yang menjadi permasalahan petani untuk meningkatkan produksi pertanianya.

Pesisir Selatan yang merupakan salah satu Kecamatan dari daerah asal pemilihanya merupakan lumbung padi bagi Kabupaten Pesisir Barat. Selama ini potensi tersebut masih belum tergali secara maksimal disebabkan berbagai kendala. Hal itulah yang menjadi motif baginya untuk maju pada pemilu legislative april lalu. Tujuan mulianya itu kemudian mendapat dukungan besar dari keluarga maupun masyarakat setempat hingga mampu mengantarkanya untuk mendapatkan salah satu kursi di DPRD.

Dengan maju dan berhasil masuk ke DPRD, ayah tiga anak ini memiliki keinginan agar Pesisir Barat meskipun baru terbentuk, kelak dapat bersaing dengan kabupaten lainya. Apalagi potensi yang dimiliki Kabupaten ini cukup tinggi dari semua sector, mulai dari sector perkebunan, pertanian, Kelautan, perikanan, pariwisata, hingga pertambangan.

Menurutnya, semua potensi yang ada saat ini belum tergarap maksimal disebabkan masih rendahnya sarana infrastruktur. Di sector pertanian, misalnya, hamparan sawah di Kecamatan Pesisir Selatan juga masih membutuhkan berbagai sarana infrastruktur yang memadai, seperti irigasi hingga jalan sarana produksi, sehingga perlu menjadi perhatian dari Pemerintah. Hamparan sawa ini jugaberpotensi budidaya ikan air tawar yang juga perlu adanya pembinaan dan pendampingan dari pemkab.

Selain itu, di sector perikanan tangkap juga masih banyak nelayan yang kondisinya miskin sehingga dalam aktivitasnya hanya mengandalkan peralatan yang masih tradisional. Akibatnya, untuk meningkatkan tangkapan ikan saja masih sangat sulit dan banyak lagi yang menjadi keluhan masyarakat.