Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) mengelar rapat paripurna penyampaian nota keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2018, yang dipusatkan di gedung Dharmawanita Sekretariat Daerah setempat, Senin (6/11).

Paripurna yang dihadiri 20 anggota DPRD itu dipimpin langsung Ketua DPRD Pesisir Barat, Piddinuri, didampingi Wakil Ketua I M. Towil dan wakil ketua II Drs. AE. Wardhana Kasuma, serta wakil Bupati Pesisir Barat, Erlina, S.P, M.H., unsur Forkopimda dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Wakil Bupati, Erlina, dalam kesempatan itu menyampaikan atas dasar rencana kerja maka disusunlah kebijakan umum APBD serta prioritas dan plafon anggaran sementara APBD. Dalam rancangan APBD ini terdapat berbagai perubahan baik pada komponen pendapatan, belanja maupun pembiayaan.

Dijelaskan, secara garis besar RAPBD Kabupaten Pesisir Barat tahun anggaran 2018, diantaranya target pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp1.005.348.478.292, berasal dari pendapatan asli daerah, sebesar Rp45.010.775.056. Dana perimbangan sebesar Rp821.919.797.236, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp138.417.906.000. "Sedangkan, untuk rencana belanja daerah pada RAPBD tahun 2018 Pemkab setempat mengalokasikan sebesar Rp1.029.394.616.350,-," kata Erlina.

Erlina memaparkan, belanja daerah tersebut berasal dari belanja tidak langsung sebesar Rp367.018.584.424, serta belanja langsung sebesar Rp662.376.031.926, terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp51.123.488.795, belanja barang dan jasa sebesar Rp145.454.060.263, dan belanja modal sebesar Rp465.798.482.868. "Dengan demikian total pendapatan sebesar Rp1.005.348.478.292, dikurangi total belanja sebesar Rp1.029.394.616.350. Maka defisit sebelum pembiayaan sebesar Rp24.046.138.058," paparnya.

Selanjutnya, masih kata Erlina, pada pembiayaan daerah meliputi penerimaan pembiayaan daerah naik sebesar 2,60 persen menjadi Rp24.046.138.058. Sementara untuk pos pengeluaran pembiayaan pada RAPBD tahun anggaran 2018 sebesar Rp0,- (nol rupiah).

"Dengan demikian pembiayaan netto sebesar Rp24.046.138.058,- dapat untuk menutupi defisit anggaran sebesar Rp24.046.138.058,- sehingga sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun berkenaan sebesar Rp0,- (nol rupiah)," pungkasnya. (rnk)

Berita Dewan